Cara Membuat Tanaman Bonsai dan Jenis-Jenisnya

Bonsai merupakan tanaman kerdil yang memiliki filosofi dan sangat terkenal di Jepang. Teknik pada tanaman bonsai ini bisa mengubah sebuah tanaman yang dapat digunakan dalam mempercantik sebuah ruangan. Banyak yang menganggap dengan mengubah tanaman untuk dijadikan bonsai yang unik dan menarik dengan perawatan secara khusus bisa mengubah hidup dari pemiliknya. Kehadiran dari tanaman bonsai ini sebagai bentuk terapi baru untuk mengurangi tingkat stres dan menjadikan diri lebih kuat.
Bonsai sesuai dengan bahasa Jepang yaitu bon yang artinya pot dan sai artinya tanaman. Sehingga tanaman bonsai merupakan jenis tanaman yang telah dikerdilkan dengan penanaman pada pot.

Metode Membuat Tanaman Bonsai

1. Memilih Bibit
Pada tahap pertama untuk membuat tanaman bonsai harus dengan melakukan pemilihan bibit unggul terlebih dahulu. Proses untuk memilih bibit ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena harus mencari jenis tanaman dengan ciri khas fisiologis yang indah dan unik. Di tahapan yang satu ini harus diperhatikan dalam menerapkan kriteria untuk tanaman bonsai. Apabila telah mendapatkan jenis tanaman yang tepat, bibit yang diperoleh tersebut harus melalui tahapan metode untuk membuat okulasi, cangkok ataupun stek.

2. Menanam Bibit
Apabila sudah mendapatkan bibit sesuai keinginan dengan kriteria ciri khas dari tanaman bonsai. Setelah itu, tanaman tersebut ditanam pada pot yang telah disediakan.
Melalui tahapan yang satu ini harus dipastikan bahwasanya pertumbuhan dari bibit untuk dijadikan bonsai ini agar berhasil bisa menggunakan jenis tanah yang bagus. Tanah yang baik untuk tanaman bonsai yaitu jenis tanah gembur, memiliki kandungan nutrisi, memperoleh pasokan air yang cukup dan mempunyai saluran drainase yang bagus.
Tanah yang akan digunakan untuk bonsai dicampurkan terlebih dahulu dengan humus, pasir, pupuk organik dan kerikil. Selain itu, juga harus memperhatikan jenis pot yang digunakan sebagai pendukung dalam meningkatkan aspek estetika pada tanaman bonsai. Pemilihan pot yang digunakan untuk tanaman bonsai bisa memilih bentuk persegi ataupun bulat. Pilihlah jenis pot yang dangkal dan cukup dalam supaya bisa memuat tanah yang banyak.

3. Proses Pembuatan
Di tahapan selanjutnya setelah memperoleh bibit bonsai yang telah tumbuh dapat diberikan perlakuan secara khusus. Cara melakukannya cukup dengan memangkas tanaman sesuai dengan keinginan dan proses pemangkasan ini harus diterapkan di bagian pangkal cabang supaya tanaman tidak mengalami kekeringan. Selain itu, bagian cabang pemangkasan juga perlu dilakukan di bagian akar supaya menghasilkan bentuk sesuai keinginan dalam teknik bonsai. Proses pemotongan akar ini dilakukan supaya bentuknya mengarah ke bagian samping dan untuk perbanyakannya akan lebih mudah. Proses pemangkasan untuk bagian akar dan cabang harus dilakukan secara rutin yang berfungsi guna memperlambat pertumbuhan dari tanaman. Penerapan teknik secara khusus ini juga bisa dengan menambahkan lilitan kawat di bagian ranting ataupun cabang.
Fungsinya supaya tanaman tersebut bisa tumbuh dengan mengikuti kontur dari kawat yang telah ditambahkan. Pada saat tanaman telah tumbuh dengan bentuk sesuai keinginan, lilitan kawat tersebut bisa dilepaskan kembali.

4. Perawatan Bonsai
Dalam mendapatkan tanaman bonsai yang bisa tumbuh secara maksimal dengan hasil sesuai keinginan. Maka, perlu dilakukan perawatan secara teratur untuk mendapatkan pertumbuhan bonsai yang unik dan sehat. Tanaman bonsai tersebut bisa dilakukan penyiraman air secara rutin serta diberikan tambahan pupuk yang cukup. Perlu diingat kembali untuk memantau kadar air yang disiramkan pada tanaman bonsai supaya tidak berlebihan. Hal ini bertujuan guna mencegah tumbuhnya jamur di sekitar tanaman bonsai. Selain itu, juga harus memperhatikan asupan cahaya matahari secara maksimal dan perlu dilakukan penggantian tanah secara rutin.

Jenis Tanaman Bonsai

1. Bonsai Melati
Tanaman melati juga bisa dijadikan sebagai tanaman bonsai yang biasanya dikenal dengan bonsai melati Yasmin. Jenis melati yang satu ini sangat cocok untuk dibuat teknik bonsai yang asalnya dari Jepang. Sebab, untuk fisik dari tanaman melati ini memiliki ciri khas yang cocok jika dijadikan sebagai tanaman bonsai. Akan tetapi, meskipun memang tidak membutuhkan perlakuan secara khusus terlalu berlebihan, tanaman melati ini terbilang sangat rumit jika dibuat sebagai tanaman bonsai.

2. Bonsai Ki Putri
Jenis tanaman ini biasanya hidup di wilayah Nepal, India, Asia tenggara ataupun Kepulauan Solomon. Bonsai Ki Putri merupakan pohon yang bisa tumbuh melebihi 15 meter untuk kondisi yang normal dan bisa dikerdilkan secara alami. Dari segi morfologi tanaman ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dibuat sebagai tanaman bonsai karena terdapat ciri khas yang ditampilkan. Tanaman ini memiliki daun hijau yang tumbuh meruncing di bagian batang dengan warna putih kekuningan. Tanaman dengan rumah dua ini mampu menghasilkan untaian oval kecil dengan warna kekuningan di bagian organ jantan. Selain itu, bijinya telah ditutupi salut dengan warna kuning serta terdapat bengkakan lunak yang berada di bawah warna ungu sebagai organ betinanya.

3. Bonsai Pinus
Jenis bonsai yang dihasilkan dari tanaman pinus memiliki keunikan di bagian bentuk daun yang sangat mirip dengan jarum. Bonsai pohon pinus memiliki tekstur kulit batangnya yang cenderung. Terdapat dua spesies dari pohon pinus yang bisa dibuat penerapan teknik bonsai. Kedua jenis tersebut yaitu pinus hitam Jepang yang asalnya dari Jepang dan Pinus merkusii yang asalnya dari Indonesia tepatnya dari Tapanuli Selatan.

Seperti yang terlihat dalam proses pembuatan teknik tanaman bonsai membutuhkan perlakuan secara khusus dengan perawatan yang maksimal. Banyak jenis tanaman yang bisa dijadikan sebagai bonsai dengan memperhatikan ciri khas dari tanaman tersebut.